Online, siapa yang tidak mengenalinya??!!
Jaman sudah berubah, teknologi berganti, dari manual, menjadi digital.
Bisnis yang dulu lancar di pasar pasar, sekarang berubah menjadi bisnis online.
Tukang ojek yang dulu nongkrong di pangkalan, kini jadi ojek online.
Diam di rumah, nunggu pembeli dan penumpang.
Memasarkan barang barang dagangan tidak harus sewa tempat, bayar penjaga toko, dan menghadapi jeger / ucing garing yang mau malak, bayar ini itu.
Jadi praktis, canggih dan ekonomis. Tinggal klik klik klik dirumah, jadi deh laris manis.
Tapi, dibalik semua kemudahan itu, ada penjahat online mengintai.
Penipuan penipuan bisnis online muncul bertebaran di halaman pencarian google.
Berbagai modus tipuan bertebaran. Dan modus penipuan itu yang akan di buka panjang lebar disini.
Semoga dengan menahami ini, kita akan lebih waspada dalam online. Bukan berarti menolak online, tapi supaya teringat, termemori dan tertolak kalau mengalaminya nanti.
Modus tipuan online dan solusinya:
1.Penipuan saat membeli barang.
Modus tipuannya, uang sudah di transfer, barang tidak dikirim. yang harus di lakukan, sebelum uang dikirim cek dulu profil seller di facebook, sellernya akun baru atau lama?? Kalau baru, hati hati , jangan jangan seller gonta ganti nama akun. Kalau ini terjadi, jangan kirim uang.
Lihat juga seller punya tidak akun di market place ternama, yang diharuskan pakai rekber=rekening bersama.
Minta foto ktp asli dan foto nomer rekening asli, kedua ini harus sama dengan nama wa / profil facebook. Kalau berbeda, jangan di teruskan.
cek di aplikasi pengecek rekening, apakah dseller pernah dilaporkan penipuan atau belum??. Kalau sudah, jangan tf. Kalau belum tetap hati hati, atau syarat syarat sebelumnya sudah beres.
Aplikasi cek rekeningnya di sini, di sini
Bisa juga dengan melihat testimoni, atau banyaknya kiriman atau resi yang sudah di posting oleh seller di medsos. Tapi ingat, nama pengirim harus sama dengan nama seller. Takutnya postingan seller dapat dari copy paste aja.
2.Modus penipuan saat penjualan barang
Penipuan online, ternyata terjadi tidak hanya saat pembelian barang saja. Tetapi juga saat penjualan barang (pengalaman pribadi.)
Barang sudah dikirim, tapi uang tidak di transfer.
Cara mengatasinya mudah, pakai rekening bersama (rekber) via marketplace ternama, dan awas!!! jangan lewat rekber toko online abal abal (seperti di grup fb , ig, wa, bb ), di bawa kabur juga nanti uang transferan anda".
Anda diminta alamat dan no rekening dll, tapi adminnya nggak ngasih data pribadi apa apa ke anda. Kalau admin kabur, hilang sudah modal anda.
kecuali sudah percaya, dan memang amanah
Barang sudah dipesan dan sudah ready, tapi pembeli kabur, nggak merasa salah telah pesan barang banyak seharga jutaan lebih.
Pemesan merasa nggak dirugikan, pengrajin atau penjual dirugikan, karena harus mengeluarkan modal dadakan untuk memenuhi pesanan, apalagi kalau pemesan memburu buru supaya barang cepat jadi. Dan setelah jadi.... "CUEK AJA!!!", merasa nggak pernah pesan barang.
Cara mengatasinya,jangan mudah percaya ke orang yang baru dikenal
Memenuhi pesanan barang sedikit dulu saja, apalagi ke buyer yang baru di kenal. Atau paling tidak minta "dp" atau uang muka dulu untuk pemesanan barang yang banyak.
3.Penipuan saat seller ambil transferan uang.
Tipuan ini dilakukan oleh buyer penipu, yang sudah ahli dalam tata cara transfer lewat ATM. Jadi, seller dijebak pura pura disuruh ambil uang yang sudah ditransfer ( padahal sebenarnya uang belum di transfer oleh buyer). Buyer menyuruh seller menulis kode kode tertentu yang sebenarnya tidak perlu. Seller nurut saja. Akhirnya seller mentransfer uangnya ke buyer. Yang seharusnya buyer yang transfer uang, ini malah jadi kebalikannya.
Ini bisanya terjadi pada seller yang kurang paham tentang cara kerja ATM di bank.
cara mengatasinya sangat sederhana, yaitu gunakan aplikasi buat cek uang transferan seperti BRI mobile ini.
4.Pembeli sudah transfer uang, seller juga sudah kirim barang tapi barang yang di kirimkan berupa sampah.
Cara mengatasinya, lakukan pengetesan kejujuran, amanah ke seller. Yaitu dengan cara membeli barang dalam jumlah sedikit dulu. Kalau ternyata seller jujur dan amanah, baru belanja lebih banyak lagi.
utamakan COD, bayar di tempat.
Duh, senang dan bahagianya kalau bisa berbagi.
Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment